Sebuah Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Ilmu yang mempelajari ekonomi disebut sebagai ilmu ekonomi.

SAY ITS WITH FLOWER. Ini ungkapan yang tak asing lagi di telinga kita. Mengingatkan bahwa sesungguhnya ‘bunga’ melekat dalam bagian hidup manusia. Melekat dalam bagian budaya manusia. Dalam berbagai sisi dan jenjang keberadaan manusia itu sendiri – apapun yang menjadi lazuardi di asa manusia, fenomena bunga merupakan hal yang tak dapat dikesampingkan. Bunga identik dengan keindahan. Bunga identik dengan relasi antarmanusia. Bunga identik dengan harmonisasi kehidupan.
Sebagai bagian dari hidup juga bagian dari kultur manusia maka merajut peluang memasukkan bunga di sektor privat adalah sah-sah saja. Bahkan sangat menjanjikan sekalipun dalam suasana yang mendebarkan. Artinya gerak kompetitif yang diharapkan memang masih harus melalui berbagai uji kelayakan dan ketangguhan sebagai prasyarat memulai segala sesuatu. Memang masih memiriskan. Secara nasional, bunga belum masuk dalam daftar produk yang menjadi devisa andalan Indonesia. Sebagai side product, bunga masih merupakan faktor komplementer dalam fungsinya di tengah geliat ekonomi kita. Dan inilah yang harus di setting ulang. Belajar dari bangsa lain yang memobilisasi bunga sebagai sumber devisa prima merupakan hal yang sangat perlu.